127 Tenaga PPPK di Trenggalek, Dilantik dan Diambil Sumpahnya

Berita, Jawa Timur640 Dilihat

 

pilarsumsel.com Trenggalek, Jawa Timur – Kurang lebih sebanyak 127 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) di Kabupaten Trenggalek dilantik dan diambil sumpahnya. Pelantikan dan pengambilan sumpah itu sendiri diambil secara langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, SH., Jum’at (28/1/2022) di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Mengambil sumpah dan pelantikan pegawai PPPK itu, mantan aktivis kepemudaan ini berharap kepada pegawai yang dilantik untuk bisa melaksanakan kinerja yang baik dan penuh tanggungjawab. “Dedikasi yang tinggi diharapkan, karena Pandemi Covid 19 masih berlangsung. Selain itu, tentunya dalam pandemi ini kita tidak bisa mengatakan bawasannya Trenggalek sedang baik baik saja,” pesan wakil bupati muda itu kepada jajarannya.

Wabup Syah sangat berharap pegawai PPPK ini bisa menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam mengejar ketertinggalan. Selain itu pihaknya juga menghimbau kepada pegawai ini untuk benar-benar mendalami dan mempelajari visi-misi yang diusung olehnya bersama Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin. Dengan mengerti dan meresapi maka dalam bekerja nanti pegawai PPPK ini bisa mewujudkan cita-cita ini dilingkup kerja masing-masing.

Sedangkan kepala BKD Kabupaten Trenggalek, Dra. Eko Juniati, dalam kegiatan itu menambahkan, pelantikan tenaga PPPK di Kabupaten Trenggalek ini merupakan tindak lanjut dari seleksi yang dilakukan sebelumnya. “Ini tindak lanjut dari seleksi kemarin dan sudah melalui seleksi administrasi, seleksi Computer Assisted Test (CAT) seperti di CPNS,” ungkapnya.

Kemudian yang terakhir setelah kita usulkan penetapan nomor induk PPPK, kemudian kita tindak lanjuti dengan Surat Keputusan (SK) Bupati untuk pengangkatan sebagai PPPK.

Dari proses awal, yang lolos memenuhi syarat 129 orang. Namun ada 2 yang mengundurkan diri. Sehingga yang kita lantik dan ambil sumpahnya 127 orang terdiri dari 21 tenaga kesehatan. 6 merupakan tenaga tekhnis di penyuluh pertanian. “Selebihnya merupakan tenaga pendidik,” tandas Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek itu.

 

(bud)