PILARSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG — Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., memimpin rapat koordinasi yang membahas langkah strategis pengembangan Kawasan Pulomas di Kecamatan Tebing Tinggi.

Rapat berlangsung dengan pendampingan Wakil Bupati Arifa’i, S.H. serta Sekretaris Daerah Fauzan Khoiri, A.P., M.M., dan diikuti jajaran kepala perangkat daerah terkait.

Dalam pemaparannya, Bupati Joncik menegaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi Pulomas sebagai pusat kegiatan ekonomi, ruang sosial, sekaligus area rekreasi publik.

“Kawasan Pulomas memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang produktif dan menarik. Dengan perencanaan yang matang, kita ingin menjadikannya ikon baru bagi Kabupaten Empat Lawang,” ujar Joncik.

Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar pengembangan kawasan tersebut berjalan sesuai visi pembangunan daerah.

Wakil Bupati Arifa’i menambahkan bahwa pemerintah daerah menempatkan aspek keberlanjutan dan keseimbangan lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap tahap pembangunan.

“Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat aktivitas ekonomi, tapi juga ruang hijau yang nyaman. Pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan agar manfaatnya berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Fauzan Khoiri menyampaikan bahwa pengembangan Pulomas akan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan roadmap dan kajian teknis yang komprehensif.

“Setiap langkah pembangunan harus memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi tata ruang maupun regulasi,” ujarnya.

Rapat tersebut juga melibatkan perangkat daerah seperti Dinas PUPR serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, yang memberikan masukan teknis terkait infrastruktur dan potensi wisata Pulomas.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Empat Lawang berharap Kawasan Pulomas dapat berkembang menjadi proyek unggulan daerah — bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perdagangan, UMKM, dan wisata berbasis komunitas. (*/jie)