DBD Mulai Mewabah, Warga Dihimbau Waspada dan Lakukan PSN

Jawa Timur31 Dilihat

 

 

pilarsumsel.com Trenggalek, Jawa Timut – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menjakit di Kabupaten Trenggalek. Tercatat sesuai pernyataan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Saeroni, MMRS., ada 21 orang yang terpapar penyakit ini.

Karena itu Dihimbau olehnya, masyarakat agar selalu waspada dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan sekitar.

“Sampai dengan saat ini jumlahnya ada 21 kasus. Yang pertama ada di Karanganyar, 3 orang, kemudian Suruh 1 orang, Pule 1 orang Baruharjo 1 orang, Karangan 1 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek itu usai mendampingi Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin merilis tidak ada Varian Omicron di daerahnya, Senin (17/1/2022).

Kemudian, masih lanjut Saeroni di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha menambahkan, “Gandusari 2 orang, Puncang Anak 4 orang, Munjungan 3 orang dan Tugu 5 orang, totalnya ada 21 orang. Ini semua sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur penanganan Deman Berdarah (DB),” terangnya.

Jadi yang pertama apabila ada kasus DBD kita lakukan penyelidikan epidemologi ke lapangan. Apabila di radius 100 meter ada penderita yang panas, maka kita lakukan fogging. Sudah ada beberapa titik-titik yang kita lakukan fogging, ada di Tugu, kemudian Munjungan dan Pogalan.

Dengan upaya ini, harapannya, kasusnya tidak meningkat, karena sejak awal sudah dilakukan pencegahan atau penanganan yang cepat.

Saat ini menurut Mantan Direktur Rumah Sakit RSUD dr. Soedomo Trenggalek itu, kondisi Trenggalek masih stabil, trennya tidak ada peningkatan yang drastis. “Semoga terus seperti ini,” harapnya.

Saeroni juga menyebutkan beberapa daerah yang endemik penyakit ini atau artinya setiap tahunnya ada kasus-kasus DBD, yang meliputi Kecamatan Kota, Durenan, Gandusari maupun Pogalan.

Kadinkes ini berharap kepada masyarakat, untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Karena ini cara yang ampuh untuk menangani DBD dengan memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang dikenal menjadi pembawa virus Dengue masuk ke tubuh manusia.

“Apabila diketahui di sekitar itu sudah ada nyamuk yang banyak, ayo galakkan supaya dilakukan PSN. Agar telur-telur yang ada di tempat-tempat perindukan nyamuk bertelur ini bisa hilang. Termasuk jentik-jentiknya juga hilang. Sehingga tidak menjadi nyamuk dewasa yang bisa menularkan penyakit DBD,” ajaknya.

Sedangkan untuk mengurangi fatalitas penyakit ini, dokter praktik itu menyarankan kepada penderita untuk meminum cairan yang banyak.

“Karena DBD itu pembuluh darah yang bocor atau lubang-lubang, sehingga banyak cairan yang keluar. Maka obatnya adalah minum cairan yang banyak, baik itu air maupun oralit,” ungkap Saerono menyampaikan alasannya.

 

(bud)