Kesedihan Masyarakat Banyuasin, Akibat Jalan Rusak Parah Warga Sakit Tak Bisa Diangkut Pakai Mobil Akhirnya Digotong Menggunakan Kain

Utama130 Dilihat

Banyuasin – Ini benar benar sungguh ironis dan miris yang dialami oleh seorang warga bernama Mahrudin, 60 tahun, dia menderita penyakit komplikasi dan akan dilakukan pengobatan di Rumah Sakit oleh keluarganya. Bukannya dibawa ke Rumah Sakit menggunakan mobil namun warga Desa Margo Rukun Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin tersebut harus digotong menggunakan kain. Padahal pihak keluarga sudah menyediakan sebuah mobil untuk membawa Mahrudin dari kampungnya menuju ke Rumah Sakit di Palembang untuk berobat pada Jum’at 14 Maret 2025 lalu.

Bagini ceritanya, Didalam perjalanan menuju salah satu Rumah Sakit di Palembang, tepatnya di Jalur 16 Desa Sumber Mulyo kondisi jalannya rusak parah dan terputus. Akhirnya pasien digotong menggunakan kain dan di over ke mobil lain agar dapat melanjutkan perjalanan dan pasien dapat diobati di Rumah Sakit.

Hal ini diungkapkan oleh Salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Suryadin juga ikut serta dalam memberikan bantuan kepada pasien menjelaskan bahwa pasien merupakan warga Desa Margo Rukun ini akan dibawa ke Rumah Sakit untuk berobat sesuai rujukan Bidan setempat, jelasnya.

“Nama pasien Mahrudin umur 6o an, komplikasi hasil pemeriksaan Bidan, pasien menderita penyakit darah rendah, hari ini Jumat 14 Maret 2025 akan di rujuk ke RS di Palembang pukul 17.30 Wib harus di rawat ke UGD untuk tambah darah, kerena kondisi pasien sudah lemas dan pucat” ungkapnya.

Nah, setibanya di area jalan Desa Margo Mulyo jalur 16 mobil pembawa pasien harus terhenti dan tidak bisa melintas karena kondisi jalan tersebut sudah putus tak dapat dilewati sehingga pasien harus digotong dengan sarung dan dipindahkan ke mobil lain agar bisa melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

Kami cuma berharap kepada pemerintah agar dapat memperbaiki jalan jalan yang rusak dan melakukan normalisasi sungai (PU) setiap jalur, karena menurut dia sungai sudah dangkal dan memicu terjadinya banjir hingga menimbulkan kerusakan jalan dimana mana.

Selain itu H. Suryadin mengharapkan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut yang memang masih terlihat belum memadai.

“Harapan untuk ada perhatian pihak Pemerintah Daerah dan pusat tentang infrastruktur jalan dan pengerukan sungai yang sudah dangkal jadi aliran sungai tidak mengalir maksimal dan lambat sekali surutnya, tukas Suryadin.

Sementara itu, Ketua LSM Pemerhati dan Pemantau Pembangunan Daerah (P3D) Sumatera Selatan, Adi mengatakan bahwa dirinya sangat miris sekali melihat kondisi seperti itu masih terjadi di Kabupaten Banyuasin yang APBD nya mencapai Rp 2.4 Triliun. Semestinya kalau dilakukan dengan tata kelola keuangan yang baik hal seperti itu tidak akan terjadi.

Memang saya akui ada sebagian jalan dibangun oleh Pemkab Banyuasin namun kalau kita teliti lebih cermat jalan yang dibangun itu menuju ke akses akses tertentu,”Saya mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang dikomandio oleh Askolani-Netta melakukan pembangunan yang adil dan merata, sehingga semua masyarakat di Bumi Sedulang Setudung ini dapat menikmati dan merasakan pembangunan yang menggunakan uang rakyat tersenut,tutupnya. (SMSI Banyuasin)