Mendukung Perkembangan Kewirausahaan dalam Program JAPRI, Pemkab Trenggalek Mendapat Penghargaan dari USAID

Berita, Jawa Timur650 Dilihat

pilarsumsel.com Trenggalek, Jawa Timur – Dianggap sangat mendukung perkembangan kewirausahaan dalam Program Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI), Pemkab. Trenggalek meraih penghargaan dari United States Agency for International Development (USAID)​​​​​​.

Penghargaan untuk Kabupaten Trenggalek itu, diserahkan langsung oleh Jeffery P. Cohen, Mission Director USAID Indonesia kepada Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara di Grand Ballroom, Mercure Hotel Grand Mirama, Surabaya, Rabu (9/2).

Program JAPRI sendiri selaras dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten Trenggalek, yang ingin menciptakan 5.000 orang pengusaha perempuan (female preneur) baru di daerahnya.

“Ini adalah suatu keberkahan bagi Kabupaten Trenggalek,” ungkap Wakil Bupati Trenggalek usai menerima penghargaan tersebut.

Menyampaikan alasannya, mantan aktivitas kepemudaan itu menyebut, “karena cita-cita kita ingin menciptakan 5 ribu pengusaha perempuan baru dan JAPRI sangat membantu kami. Ada sebanyak 2.468 orang wirausahawan baru yang terintervensi program JAPRI,” imbuhnya.

Dari program ini tercatat sebanyak 64% atau 1.571 orang perempuan muda mengalami peningkatan kapasitas pasca pelatihan. 389 orang diantaranya, memiliki legalitas usaha, dan 1.267 orang perempuan muda, membuka usaha baru dan mengalami peningkatan pendapatan.

Ini yang menjadi tujuan Pemkab Trenggalek, karena berdasarkan survey, biĺa perempuan berpenghasilan, maka sebagian besar penghasilannya, akan dikembalikan untuk perbaikan gizi dan pendidikan keluarga.

Tidak hanya perempuan melalui JAPRI WEE (Jadi Pengusaha Mandiri – Women’s Economic Empowerment), kelompok rentan (Disabilitas) juga disasar melalui program JAPRI PWD (Jadi Pengusaha Mandiri – People With Disabilities). Pimpinan Proyek USAID JAPRI, Anna Juliastuti dalam kegiatan ini juga menyampaikan, “USAID JAPRI sendiri bertujuan meningkatkan kesempatan kerja melalui kewirausahaan bagi individu miskin dan rentan serta penyandang disabilitas,” ungkapnya.

“JAPRI fokus pada promosi wirausaha melalui penguatan kemampuan kewirausahaan, dengan memastikan perempuan muda miskin dan rentan, mendapatkan akses serta menerima pelatihan keterampilan dasar dan kewirausahaan,” terangnya.

Program JAPRI sendiri berfokus pada Pelatihan untuk Pelatih; Pelatihan untuk Pendamping; Pelatihan Kewirausahaan; One Day Business Training, dan Pendampingan serta mentoring usaha.

Jeffery P. Cohen, Mission Director USAID Indonesia, menambahan “keberadaan USAID ditujukan dapat membantu perempuan, anak dan kelompok rentan, bisa memberikan jalan untuk meningkatkan taraf hidup dengan berwirausaha. Baik menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri dan orang lain, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Mr. Jef tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada beberapa alumni USAID JAPRI yang sukses mengembangkan usahanya dan mampu menginspirasi bagi yang lainnya.

Mission Director USAID Indonesia itu, juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan pendekatan kewirausahaan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Memperluas dan mempermudah akses serta jangkauan, USAID meluncurkan USAID JAPRI e-learning.
Platform pelatihan wirausaha yang bisa diakses secara digital.

Diharapkan dengan peluncuran ini, praktik-praktik baik yang dilakukan oleh USAID JAPRI, bisa diakses banyak orang. (bud)