Misteri Rumah Tua, Dua Kali Diterjang Banjir Bandang Lahat Masih Kokoh Berdiri

Berita, Sumsel267 Dilihat

LAHAT – Misteri rumah tua yang jadi perbincangan akan kekokohannya sehingga dua kali tak hanyut dihantam banjir bandang, yaitu pada banjir bandang 30 Desember 2019 dan 9 Maret 2023. Keanehan rumah tua yang tak hanyut diterjang banjir bandang ini, seakan menjadi saksi bisu akan hanyutnya puluhan rumah di Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai, kabupaten lahat Sumatera Selatan. Jum’at (31-3-2023).

Rumah yang berukuran 3×4 m, dengan tinggi tiang sekitar 120 cm ini, kalau dilihat dari kondisinya sangat tidak mungkin tidak hanyut oleh derasnya air sungai Mulak yang mengamuk pada 9 Maret lalu. Pasalnya, disisi kanan dan kiri, juga bagian depan rumah tak ada bangunan rumah yang tersisa, semuanya hanyut terbawa derasnya arus. Sedangkan rumah tua yang bangunannya terbuat dari bahan kayu dan bambu ini masih tetap berdiri dan tak goyang sedikitpun. Inilah yang menjadi tanda tanya bagi setiap pengunjung yang datang dari luar daerah menyaksikan kampung yang tersapu bersih oleh derasnya air bah. Dalam benak pengunjung bertanya-tanya merasa keheranan, ada apa dengan rumah tua tersebut, sehingga masih berdiri kokoh.

Awak media mencoba menelusuri misteri apa dengan rumah tua ini, sehingga masih berdiri meskipun diterjang banjir bandang dua kali. Dikisahkan Edison yang mendiami rumah tua tersebut mengatakan, ia mendiami rumah tersebut warisan dari neneknya yang telah meninggal. Ia menempati rumah itu pada tahun 2004 hingga banjir bandang melanda. Seingat dia, selama ia dan keluarga menempati rumah tersebut merasa aman dan tentram, tak ada rasa gelisah meskipun rumahnya berukuran kecil. Awal ia mendiami rumah tua itu, ia tak ada titipan apapun dari neneknya itu, hanya menyuruh untuk menempati rumah tersebut sebelum mempunyai rumah atau mendirikan rumah baru.

“Mungkin orang jaman dulu ada yang ditanam dalam tanah di bawah rumah agar rumah tetap kokoh dan kuat di landa gempa atau banjir. Tapi nenek saya nggak pernah cerita apapun tentang berdirinya rumah ini, kami nyaman dan damai,”ujar Edi.

Karena dulu, lanjut Edi, menurut cerita orang tua sebelum adanya perkampungan disini, air sungai mulak memang jalurnya lewat sebelah rumah ini. Sehingga banjir bandang kemarin air mulak menelusuri jalurnya lagi.

“Percaya gak percaya dengan orang jaman dulu, mungkin saja ada sesuatu yang misteri ditanamkan disini, tapi kita tidak tau,”imbuhnya.

Hal ini juga tambahkan Agus warga desa Keban Agung yang rumahnya juga porak-poranda diterjang banjir bandang. Ia juga merasa heran dengan rumah tua tersebut, karena banyak rumah yang bangunannya terbuat dari tembok semen hancur akibat banjir bandang.

“Rumah tua itu cuma terhalang beberapa batang pohon kelapa didepannya, tapi air terus masuk ke bawah rumah, Ya memang sedikit aneh”, tandasnya.

Untuk diketahui banjir bandang yang melanda desa keban agung pada 9 maret 2023, menghanyutkan 22 rumah, 15 rumah rusak berat, 3 fasilitas umum dan puluhan rumah warga rusak ringan.

Editor : Ron