PILARSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG — Gelaran Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) ke-XVI Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 resmi ditutup dengan meriah di Kawasan Pulo Mas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (8/11/2025).

Penutupan ini sekaligus menegaskan keberhasilan Empat Lawang dalam menampilkan diri sebagai tuan rumah terbaik sepanjang sejarah pelaksanaan PEDA KTNA di Sumsel.

Penutupan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Empat Lawang, Fauzan K. Denin, AP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, petani, dan masyarakat yang telah mendukung penuh kesuksesan PEDA KTNA 2025. Semoga semangat inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas petani terus berlanjut untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan,” ujar Fauzan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang, Hendra Lezi, menegaskan bahwa PEDA KTNA bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat jejaring antarpetani dan nelayan.

“PEDA KTNA mempererat silaturahmi dan menumbuhkan sinergi antarpetani. Melalui temu karya, pelantikan Pemuda Tani se-Sumsel, dan berbagai lomba inovatif, tercipta suasana kekeluargaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Hendra juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang atas dukungan penuh selama penyelenggaraan, seraya memohon maaf jika masih terdapat kekurangan.

Pujian juga datang dari Wakil Ketua KTNA Provinsi Sumatera Selatan, Hermanto, SP, yang menilai penyelenggaraan PEDA KTNA di Empat Lawang sebagai yang terbaik.

“Semua rundown terlaksana sempurna, fasilitas dan konsumsi sangat baik, peserta merasa nyaman. Bahkan saya bisa berjalan malam di Tebing Tinggi dengan aman—ini bukti Empat Lawang kini aman dan nyaman,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan bahwa Kabupaten PALI akan menjadi tuan rumah PEDA KTNA XVII Tahun 2026.

Dengan mengusung tema “Petani Bangkit, Sumsel Maju,” PEDA KTNA 2025 di Empat Lawang berhasil menorehkan catatan penting: menghadirkan inovasi, menjamin kenyamanan, dan memastikan keamanan dalam satu panggung besar yang mempersatukan petani dan nelayan se-Sumatera Selatan. (*/jie)