Herman Deru Ajak Untuk Lestarikan Adat Istiadat Peninggalan Leluhur

Utama703 Dilihat

 

Palembang, pilarsumsel.com- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan beserta Pengurus Pambina Adat Sumsel menggelar acara Pekan Adat Sumatera Selatan yang dibuka langsug oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Taman Bukit Siguntang, Kamis (12/11/2020).

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu melindungi,memanfaatkan, dan mengembangkan nilai-nilai yang terkandung didalam adat istiadat Sumatera Selatan yang sangat beragam dan kaya, meningkatkan kemampuan dan peran serta pengurus pembina adat Sumsel yang telah diresmikan oleh Gubernur Sumsel pada Desember 2019 yang lalu.

Mengawali sambutannya Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sangat mengapresiasi kegiatan Pekan Adat Sumsel ini.kita harus melindungi dan menjaga kebudayaan kita. Jika tidak generasi muda kita akan akan kehilangan arah dan jati diri.

“Kita kaya akan adat istiadat seperti yang kita lihat dalam pekan adat Sumsel ini. Kita lihat keberagaman dan keindahaan busana adat, sastra, kultur, peninggalan tradisi menulis kita dimasa lalu, permainan tradisonal dan kesenian. Masih banyak lagi yang belum kita ketahui,” ujarnya.

“Apa yang kita miliki seharusnya kita jaga. Itulah amanat para pendahulu kita agar kita selalu memegang nilai-nilai luhur secara teguh yang diwariskan oleh leluhur kita. Saya berharap sekecil apapun adat istiadat yang kita miliki harus dijaga,” bebernya.

Yang paling dikhawatirkan tanpa disadari kita sedikit demi sedikt sudah meninggalkan adat dan budaya kita didalam perilaku yang sudah melenceng dari identitas Sumsel,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal yang turut hadir mengatakan kegiatan ini merupakan suatu program kerja adat yang sudah dibentuk.

“Kegiatan ini adalah langkah dari Pemprov yang didukung asosiasi, pemda kabupaten dan kota untuk melestarikan budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, seperti yang disebutkan dalam sambutan gubernur yaitu Sumsel ini belum memiliki jati diri yang sebenarnya.

“Contoh Lampung. Lampung dari bahasa sebutannya provinsi Lampung, bahasa lampung kemudian ada budaya Lampung. Nah kita provinsi Sumsel tapi kita tidak punya bahasa Sumsel. Kita punya bahasa yang beragam ada bahasa Komering, bahasa Ogan, bahasa Ranau,” bebernya.

Maka dari itu Gubernur mengharapkan lembaga adat ini akan menciptakan sebuah bahasa yang merupakan bahasa persatuan untuk Sumsel. Kemudian dari lembaga ini akan melestarikan budaya-budaya di Sumsel yang begitu banyak yang tersebar di 17 kabupaten kota.

“untuk siketahui bahwa Sumsel terdiri dari 59 paguyuban dimulai dari Sabang sampai Marauke. Sumsel ini adalah miniaturnya Indonesia karena semua budaya dari Sabang sampai Marauke ada di Sumsel. Mereka yang datang dari seluruh nusantara mereka adalah bagian dari masyarakat Sumsel,” pungkasnya. (vin)