Konsumen komplain, Mobil All New Honda HR-V Baru 2 Bulan Dibeli, Stabilizer Bar Patah

Berita, Utama1551 Dilihat

LUBUKLINGGAU,- Nasib sial dialami Ahmad Ferry Susanto (46 th), warga Jalan Letkol Atmo, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Mobil All New Honda HR-V kesayangannya mengalami patah stabilizer bar. Padahal mobilnya baru dia beli sekitar dua bulan lalu. Hal tersebut diungkapkan Ahmad Ferry Susanto saat jumpa pers, Jum’at (29/07/22)
“Saya membeli mobil tersebut di Honda Union Motor di Lubuklinggau, bulan April 2022 lalu. Kala itu All New Honda HR-V, merupakan produk terbaru Honda,” ucap Ferry nama panggilan kesehariannya.

Lanjut Ferry menjelaskan, Kejadiannya pada tanggal 10 Juni 2022 lalu. Ketika dirinya bersama istrinya melakukan perjalanan dari Kota Lubuklinggau menuju Jakarta.
“Saat itu saya sampai di Prabumulih, stabilizer bar, pada ban depan sebelah kiri, tiba-tiba patah sendiri,”kata Ferry.

Lanjut Ferry menjelaskan, untungnya, saat itu saya membawa mobil melaju dengan kecepatan rendah. Sekitar 50 km/jam.
“Waktu itu saya habis makan di Prabumulih, melanjutkan perjalanan tidak ngebut sedang-sedang saja, tiba-tiba bunyi ‘tang’. Saya kiranya menabrak motor. Sesaat setelah kejadian, mobil All New Honda HR-V yang ia kendarai mengalami goyang. Sehingga ia menghentikan kendaraan untuk mengecek.
setelah dicek, ternyata bukan menabrak, melainkan stabilizer bar patah, terpaksa ia copot. Dirinya melanjutkan perjalanan tanpa satu stabilizer bar Sampai ke Jakarta,”ucap Ferry.

Lebih lanjut Ferry menjelaskan, Saat perjalanan pulang, dia melaporkan masalah mobil yang ia alami ke Honda Union Motor Lubuklinggau.
“Setelah saya pulang dari Jakarta, saya langsung menghubungi Kacab Honda Union Lubuklinggau. Saya diarahkan untuk membawa mobil ke dealer Honda di Palembang,” ungkap Ferry.

Masih dijelaskan Ferry, di Palembang, ia menuju dealer sesuai petunjuk Kacab Honda Union Motor Lubuklinggau.
“Disana mobil saya dicek, karena dikira menabrak atau apa. Ternyata memang tidak ada menabrak sama sekali. Pihak dealer Palembang meminta dirinya untuk pulang dulu. Akhirnya ia pulang ke Lubuklinggau,” ujar Ferry.

Setelah 10 hari, Saya dipanggil lagi ke Palembang untuk datang ke dealer. Jadi saya pergi lagi ke Palembang masih tanpa stabilizer bar. di Palembang ia bertemu pihak Honda Prospect Motor (HPM). HPM ini adalah penyedia mobil Honda.
“Kata orang HPM kalau mobil tampa stabilizer bar ini berbahaya. Oleh pihak HPM ditawarkan untuk mengganti stabilizer bar tersebut. Ia masih berpikir jika stabilizer bar dengan jenis dan merk yang sama kembali patah. Menurutnya, stabilizer bar ini tidak boleh patah. Karena untuk menahan beban mobil saat menikung,”ungkap Ferry.

Maksud keluhannya ini, bukan soal stabilizer bar miliknya. Tapi untuk semua mobil Honda yang menggunakan stabilizer bar jenis dan merk yang sama. “Kan belum ada keputusan HPM apakah stabilizer bar itu yang bermasalah atau memang hanya stabilizer bar mobil saya,”
jelad Ferry seraya menambahkan, Pernah ada tawaran dari dealer Honda ingin buy back (pembelian kembali) unit mobil miliknya.tetapi, Buy back yang ditawarkan pihak honda kepada saya sangat rendah. Harga mobil baru All New HR-V baru Rp.389 juta, mau dibeli Rp.340 juta. Tentu saya rugi dong. Dalam hal ini saya tidak mau rugi, karna ini bukan kesalahan dari saya” pungkasnya.

Sementara itu Suwandi Kepala Cabang Honda Union Lubuklinggau saat dimintai Komentarnya mengatakan, Masalah itu sudah ditangani pihak honda, dan sudah diganti sesuai dengan weranti dibuku service. Sekarang kita masih menunggu dari pihak HPM.
” Yang pasti dari pihak Honda sudah kita tangani sesuai dengan buku garansi. Karna setiap pembelian mobil ipasti dipasilitaskan garans,” jelas Suwanda.

Saat ditanya mengapa Stabilizer Bar bisa patah ? Suwanda mengatakan, untuk sementara kita lagi menganalisa, dan saya tidak bisa menjawabnya karena hasilnya belum keluar dari HPM. Insya allah secepatnya,”ungkap Suwanda. (ril)