Kontes Durian, Mas Bupati Arifin Minta Ada Identifikasi Durian

Berita, Jawa Timur669 Dilihat

pilarsumsel.com Trenggalek, Jawa Timur – Kontes Durian kembali di gelar, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meminta jajarannya untuk mengidentifikasi durian jawara yang telah menang dikompetisi lokal hingga nasional.

Tujuan identifikasi ini tentunya untuk memudahkan masyarakat mengenali jenis durian yang akan dibeli atau dimakan, sehingga tidak dibuat kecewa oleh ulah pedagang-pedagang nakal. “Durian Trenggalek ini sudah dikenal. Apalagi kita juga punya desa wisata yang membranding durian, yang namanya Duren Sari yang mana ada hutan duriannya,” kata Bupati Trenggalek dalam Kontes Durian tahun 2024, Senin (26/6/2023) di lapangan Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan.

Meskipun begitu, imbuh Mas Ipin, “kita harus bisa mengidentifikasi mana-mana durian yang enak, jangan sampai pembelinya kecewa. Apalagi durian kita itu merupakan durian yang sudah diwariskan sejak jaman Penjajahan Belanda,” lanjutnya menambahkan.

Durian itu bila umurnya lebih dari 15 tahun ke atas, semakin enak rasanya. Apalagi durian kita tidak hanya puluhan umurnya bahkan ratusan tahun.

Durian yang pernah juara di tingkat lokal hingga nasional itu coba diundangkan ahli ukur geologi berapa umur pohon itu, sudah berapa tahun. Dinas pertanian juga harus membantu yang membedakan durian satu dengan durian yang lain. Biar kita bisa mudah mengidentifikasinya.

Dicontohkan oleh kepala daerah muda ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa baru baru ini suka dengan Durian Lumajang yang namanya Durian Kembang. Dinamakan Durian Kembang, karena ketika dibelah ada anak durian yang menyerupai Kembang di tengah-tengahnya. Hal-hal seperti ini menjadikan orang mudah mengenali sehingga tidak mudah ketipu.

“Hal-hal seperti ini harus disosialisasikan, karena orang akan mencari-cari durian apa yang menjadi unggulan suatu daerah,” terangnya menambahkan.

Harus ditemukan ciri ciri yang gampang yang bisa dikenali oleh masyarakat, sehingga mereka bisa membedakan ini jenis durian apa. “Kita harus mencintai komoditas-komoditas lokal seperti ini. Kalau bukan kita siapa lagi, karena kita tentunya ekonomi itu bisa berputar dengan mencintai produk produk lokal sendiri,” tandasnya.

(bud)