Lewat Smart Dukcapil, Urus Adminduk Secara Online

Utama19 Dilihat

 

PRABUMULIH,pilarsumsel.com sejumlah aplikasi milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Wakil Walikota (Wawako), H Andriansyah Fikri SH mengatakan, ini merupakan inovasi dilakukan Disdukcapil. Agar masyarakat, bisa mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) sacara daring. Dalam rangka memangkas birokrasi, dan peningkatan layanan publik bagi masyarakat.

“Baik pembuatan KTP-el, KK, akta kelahiran, dan lainnya. Ini guna mewujudkan Prabumulih Smart City,” jelasnya ketika membuka Rakor Penerapan Go Digital dan Inovasi Pelayanan di Aula VVIP RM Kampung Cemara, Selasa (27/10/2020).

Sambungnya, lewat Smart Dukcapil ini warga tidak perlu datang ke kantor. Dan, bisa melakukannya secara daring melalui HP. Aplikasinya, bisa dianggap di aplikasi Playstore.

“Seiring kemajuan teknologi, ada dampak positif dan negatif. Akan diterapkan di seluruh OPD, ini erbaikan pelayanan, pelayanan secara online. Masalah, Smart City digarap sejak 2017.

“Lewat Prabumulih Smart City, semuanya terkoneksi jadi satu. Yah, dampak positif, memangkas birokrasi panjang dikeluhkan mamasyaraka Cukup pakai HP, buat KK dan KTP lainnya,” jelasnya.

Lanjutnya, ke depan, masyarakat menerima di tempat KK dan KTP serta lainnya diurus secara online. Termasuk, setiap bayi lahir di Prabumulih langsung punya akta kelahiran.

“Inovasi ini jelas memangkas tenaga kerja, kalau tidak bisa tergusur. Makanya, harus menyesuaikan diri,” bebernya.

Kadisdukcapil, Haryadi SH MM menjelaskan, lewat aplikasi Smart Dukcapil pemanfaatan data kependudukan lebih muda”

“Aplikasi Smart Dukcapil ini, sudah kita terapkan untuk peningkatan pelayanan Adminduk. Masyarakat sudah bisa mendapatkan pelayanan Adminduk, bisa daftar secara daring hanya lewat HP saja,” terangnya.

Pembuatan aplikasi ini, sebutnya mengandeng pihak ketiga, PT Jejaring Emas Komunikasi dalam pembuatan aplikasi Smart Dukcapil sebelumnya.

“Hari ini (kemarin, red), sebanyak 50 operator kita latih berasal dari kelurahan/desa hingga kecamatan. Untuk mendukung pelayanan Smart Dukcapil,” pungkasnya. (03)