Pelantikan Pengurusan IODI Sumsel, Target Dapatkan 2 Emas di PON Ke-21 Mendatang

Berita124 Dilihat

 

Palembang,pilarsumsel.com – Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Sumatera Selatan menggelar pelantikan dan pengukuhan Pengurus IODI Sumsel di Ballroom hotel Swarna Dwipa, Palembang (17/1/2022).

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumsel Hj. Samantha Tivani B.Bus mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus IODI Sumsel.

“Kami berharap bisa bersinegri dan mensukseskan Festival Olahraga Rekreasi Nasioanal (Fornas) ke-6 yang sudah didepan mata pada bulan Juli 2022 mendatang, serta menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah terbaik di Fornas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IODI Sumsel yang baru dilantik Suparman Roman mengatakan kegiatan hari ini yakni melaksanakan pelantikan. Pelantikan ini ada dua fase yaitu pelantikan IODI Sumsel dan melantik kepengurusan IODI kabupaten/kota se Sumatera Selatan.

“Kami melantik 12 kabupaten/kota 3 secara offline dan 9 secara online. Dalam dua bulan ini target kita di 17 kabupaten/kota sudah terbentuk,” ujarnya.

Lanjut, ia mengatakan kami mempunyai sasaran strategis dalam hal prestasi. IODI ini merupakan salah satu cabang olahraga yang unik.

“Karena IODI bernaung didalam 2 wadah pembinaan organisasi induk yaitu KONI dan KORNI. Nanti kami mempunyai event strategis pada bulan Juni-Juli yaitu Fornas yang akan diadakan di Palembang. Kita juga menyelenggarakan sebagai tuan rumah Kejurnas IODI Se Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, dalam kurun waktu tiga bulan kita akan coba secara insentif memberikan pelatihan. Kita sudah menjaring bibi-bibit atlet dari sekolah-sekolah kemudian dari klub-klub senam kebugaran dan dari tokoh-tokoh insan olahraga yang senang untuk dance sport ini.

“Mudah-mudahan kita tidak hanya sukses sebagai penyelenggara sebagai tuan rumah tetapi juga sukses dalam hal meraih prestasi. Target yang paling strategis adalah untuk PON ke-21 di Aceh dan Sumatera Utara, kita target ada dua emas untuk Sumsel. Kami berharap bahwa olahraga dance sport ini tidak lagi memiliki image yang nagatifdi masyarakat, bahwa ini betul0betul murni sport yang membutuhkan fisik yang prima, kebugaran dan juga kelenturan,” pungkasnya. (vin)