Puluhan Tahun Rumah Ditempati, Allah Berkehendak, Hitungan Jam Luluh Lantak

Berita, Sumsel601 Dilihat

Hujan deras mengguyur wilayah kabupaten Empat Lawang sejak Sabtu (25/9) malam hingga Minggu (26/9) dini hari, menyebabkan banjir bandang. Puluhan rumah di Desa Pasar Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang rusak.

Pasca banjir bandang di Desa Pasar Talang Padang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang banyak warga yang mengalami kerugian, terutama kerugian materil. Karena rumah yang ditempati puluhan tahun rusak seketika diterjang banjir bandang yang hanya hitungan jam.

Banyak rumah yang rusak ringan, rusak berat, hasil pertanian berupa beras, kopi hilang tersapu luapan sungai. Sepeda motor pun ada yang terendam tidak bisa diselematkan ke tempat yang tinggi.

Kejadian malam itu, begitu cepat, sungai yang biasanya kecil tiba-tiba meluap. Bahkan tembok penahan disisi sungai rusak tidak bisa menahan derasnya sungai.

Andi, warga Desa Pasar Talang Padang menceritakan malam itu sekitar pukul 23.00 wib hujan deras. Lalu sekitar pukul 00.30 wib air mulai masuk ke rumah hingga menjebol 2 dinding belakang rumah.

“Pertama dari luapan Sungai Kesek masuk lewat belakang rumah. Dinding rumah jebol, lalu dinding yang ada kulkasnya di bagian tengah juga jebol,” ujar Andi yang sibuk memebersihkan rumahnya, kemarin (27/9).

Rumah Andi 2 lantai, dibagian atas kayu dan dibagian bawah beton yang baru disemen belum seminggu. Saat kejadian, dirinya belum tidur, yang sudah tidur dibawah rumah yakni ayahnya Iskandar bersama kakaknya.

“Saya sedang dibawah tapi belum tidur. Jam 11 hujan deras sudah cemas karena hujan belum reda. Jam 00.30 air mulai masuk rumah dari arah belakang dari sungai Kesek,” jelas Andi yang sehari-hari bekerja di Dinas Kominfo Empat Lawang sebagai TKS.

Setelah itu, luapan dari sungai Kembahang juga meluap dari arah depan rumah yang hanya selisih sekitar 5 menit. Barang-barang dibawah tidak terselamatkan lagi, antara lain kulkas, pemasak nasi, speaker, beras 100 kg, kopi 100 kg dan 1 unit motor.

“Tidak sempat lagi mau selamatkan batang dibawah. Pintu depan juga jebol sehingga barang hanyut ke tengah jalan,” kata Andi sambil mengambil barang berupa tutup lemari plastik yang hanyut sampai ke rumah tetangganya di seberang jalan.

Saat banjir melanda, dirinya menyelamatkan diri ke atas rumah (lantai 2). Ketika melihat di luar, air sangat deras seperti sungai yang berada di tengah jalan. Barang-barang yang entah punya siapa banyak berhanyutan.

“Kami lihat dari atas, banyak barang yang hanyut di tengah jalan yang sudah seperti sungai,” ceritanya.

Ketinggian banjir di rumahnya hampir setinggi lehernya. Lokasi sungai Kesek berada di sisi kanannya sekitar 50 meter. Sungai itu kecil namun banyak rumah yang rusak akibat luapan sungai itu.

Sementara aliran sungai Kembahang berada di seberang rumah Andi, tidak sampai 50 meter. Sungai yang cukup lebar itu juga meluap sehingga rumah Andi dan rumah lainnya terkepung banjir.

Ayah Andi, Iskandar menjelaskan, dirinya saat kejadian sedang tidur. Karena hujan deras terbangun dan was-was banjir mulai datang.

“Kami sudah siap, sudah bangun semua, cuman tidak keruan lagi dan gugup. Lalu ke atas semua,” jelasnya.

Iskandar yang sedang menggendong cucunya tidak bisa menyelamatkan barang-barang dibawah. Meskipun saat hujan mulai mereda dan berusaha turun, namun barang-barang sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

“Beras di bawah mungkin tidak bisa dipakai lagi. Itu ada yang dijemur kondisinya memprihatinkan,” ujarnya sambil menunjuk beras yang sedang dijemur. (Sumeks.co)