Safari OPD, Bupati Trengalek Coba Tajamkan Program Dinas Kesehatan PPKB 2023

Berita571 Dilihat

 

pilarsumsel.com Trenggalek, Jawa Timur – Kembali melakukan safari OPD, Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mencoba mempertajam program di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) tahun anggaran 2023. Bupati Trenggalek ini meminta kepada jajarannya di dinas ini untuk tidak banyak program, namun dari program yang diusung bisa menjawab tema transformasi ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Selain itu juga mendorong lahirnya kader-kader kesehatan digital, sehingga informasi tentang kesehatan bisa tersebar lebih luas, cepat dan tepat sasaran dengan memanfaatkan tekhnologi informasi.

“Hari ini kita exercises untuk RKPD untuk tahun 2023. Jadi dengan mandatory spending di bidang kesehatan, bahwa harus 10% dari APBD.

Artinya kita mengelola kurang lebih Rp. 200 miliar per tahun. Tidak mudah karena biaya untuk sumber daya kesehatan ini juga begitu besar.

Makanya tadi gimana caranya tema transformasi ekonomi dan pengentasan kemiskinan itu bisa terjawab,” ucap kepala daerah yang erat disapa Gus Ipin usai melakukan safari OPD di Dinas Kesehatan PPKB, Senin (31/1).

Salah satunya nanti menggeser fungsi-fungsi kader itu bisa dimanfaatkan lebih sambung suami Novita Hardini menambahkan.

“Kemudian kalau untuk sekedar biaya sosialisasi dan segala macam tadi kita ada ide untuk kita adakan kader kesehatan digital,” imbuhnya.

Mungkin kita akan memberdayakan influencer. Kemudian Dura GenRe yang masih usia SMA ini, kemudian semua kita minta untuk Instagramnya di akun tiktoknya memberikan penyuluhan kepada teman-temannya sendiri. Saling share informasi informasi tentang bagaimana reproduksi remaja, terus bagaimana perkembangan kesehatan remaja. Kemudian waktu perkawinan dan segala macam terkait itu.

Tinggal nanti kalau pernikahannya lebih matang, sistem reproduksinya matang, secara mental matang. Kemudian melahirkan nanti, anaknya juga lebih baik karena persiapannya sudah lebih baik, sehingga generasi kedepan juga lebih baik.

Nah itu contoh-contoh hal termasuk kita mempertanyakan bagaimana sehat yang dibayar.

Kemudian bagaimana menggerakkan masyarakat lebih efektif lagi, tidak hanya dengan sekedar sosialisasi-sosialisasi tapi bisa lebih efektif lagi.

Mungkin nanti bisa ada festival anti demam berdarah, atu festival keluarga sehat.

Itu tadi PR yang saya berikan, sehingga nanti ketika forum OPD, ketika kita merumuskan rancangan akhir RKPD sebelum sampai nanti di sahkan, itu sudah ada ide-ide dari temen-temen Dinas Kesehatan Sekarang.

“Tadi cuma secara umum kita menyepakati metodologinya. Mana yang bersasaran individu, mana yang berbasis keluarga dan mana yang berbasis komunitas. Nah nanti beliau beliau akan mendisain, programnya saya minta tidak terlalu banyak, tetapi benar-benar tepat sasaran sehingga anggarannya bisa fokus dan dampaknya bisa kelihatan,” tandasnya. (*)

(bud)