SMA Negeri 3 Palembang Adakan Workshop Untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Utama252 Dilihat

 

 

Palembang – Workshop peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan bahan ajar digital diselenggarakan di Aula SMA Negeri 3 Palembang, Rabu (30/6/2021).

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

 

“Kami dari Dinas Pendidikan Sumsel dalam hal ini mewakili dari pemrov. Sumsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Pada keluarga besar SMA Negeri 3 yang dipimpin oleh bapak Sugiono telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Riza mengatakan sekarang sudah saatnya kita memasuki pembelajaran dalam sistem digital. Apalagi dimasa pandemi seperti ini. Jadi diadakan workshop bagi para guru.

 

“Sekarang sudah eranya apalagi sekarang musim pandemi covid-19 tentu pembelajaran itu ada hybrid learning yakni campuran dari daring dan luring. Itu sudah pasti tentunya guru harus bisa menguasai digital bagaimana saat belajar serentak ada yang luring dan daring. Jadi anak ada yang dikelas juga ada yang dirumah jadi harus siap menerima daring. Jadi hari ini dilaksanakan workshop,” katanya.

 

Riza berharap semoga para guru di SMA Negeri 3 ini menjadi contoh bagi para guru-guru disekolah lainnya.

 

“Mudah-mudahan semua guru yang ada disekolah lain bisa mencontoh seperti di SMA 3 ini untuk memanfaatkan waktu yang sekarang sedang masa libur karena baru berakhir kegiatan belajar tahun sebelumnya,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Palembang, Sugiono mengatakan jumlah peserta yang mengikuti workshop kali ini sebanyak 70 guru semua guru di SMA Negeri 3 Palembang yang bertujuan untuk mengadapi PTN, persiapan akreditasi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru.

 

“Sebanyak 70 guru mengikuti workshop ini yakni 56 PNS dan 21 honorer yang semuanya guru SMA Negeri 3. Tujuan worshop ini yakni dalam menghadapi PTN, untuk mempersiapkan akreditasi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru. Jadi dalam worshop ini untuk meningkatkan kompetensi guru untuk perencanaan pembelajaran sekaligus juga pengembangan bahan ajar digital. Jadi untuk pembuatan bahan ajar digital tersebut guru harus menguasai teknloginya,” bebernya.

 

Lanjut, Sugiono mengatakan jadi semua guru di SMA Negeri 3 ini harus paham dengan teknologi dan tidak gaptek.

 

“Teknologinya yaitu komputer, android, jaringannya dan semuanya. Jadi Insya Allah semua guru di SMA Negeri 3 ini tidak gaptek. Saya jamin walaupun ada guru-guru yang menjelang pensiun bisa mampu menjalankan tugas sebagai guru dalam proses pembelajaran daring apalagi workshop ini untuk persiapan daring dan tatap muka. Kombinasi antara luring dan daring itu yang disebut dengan pembelajaran hybrid learning,” pungkasnya.(vin)