Launching Posyandu Jiwa, Kades Kedungwaru Berharap ODGJ di Wilayahnya Bisa Tertangani dengan Baik

Berita, Jawa Timur955 Dilihat

Tulungagung, Pilarsumsel.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung melaunching Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Jiwa. Senin (20/3/2023).

Launching yang digelar di Balai Desa Kedungwaru itu, dihadiri oleh petugas dan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Kedungwaru, kader Posyandu Jiwa, perangkat Desa, dan masyarakat Desa Kedungwaru yang menderita gangguan jiwa (ODGJ).

Kepala Desa Kedungwaru, Mohammad Toha mengatakan, pihaknya telah selesai menggelar launching Posyandu Jiwa untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa yang mengalami gangguan jiwa.

Di Desa Kedungwaru, ada kurang lebih 26 ODGJ yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar bisa tertangani dengan baik. Sehingga, Posyandu Jiwa nantinya akan digelar rutin setiap satu bulan sekali di Balai Desa Kedungwaru.

Menurut Kades, Posyandu Jiwa tidak hanya melayani pasien ODGJ yang datang ke Balai Desa saja, namun jika diperlukan petugas akan melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah ODGJ masing-masing.

“Jika diperlukan, petugas akan jemput bola dengan mendatangi ke rumah masing-masing,” kata pria yang akrab disapa Toha di Kantornya.

Dibentuknya Posyandu Jiwa, bertujuan agar masyarakat Desa Kedungwaru yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) bisa hidup normal kembali, bisa beraktifitas normal dan bisa bermanfaat di masyarakat seperti umumnya.

Selain itu, Posyandu Jiwa juga disambut antusias oleh masyarakat terbukti dari banyaknya warga masyarakat yang membantu mengantar warga ODGJ ke Kantor Desa.

Sebagai Kepala Desa, Toha berharap, masyarakat yang kejiwaannya sedang terganggu bisa tertangani dengan baik dan kedepannya bisa hidup normal seperti sediakala saat sebelum menderita gangguan jiwa (ODGJ).

“Adanya Posyandu Jiwa, diharapkan masyarakat ODGJ bisa tertangani dengan baik dan bisa hidup normal kembali,” tutupnya.

Sementara itu, pelaksana program kesehatan jiwa Puskesmas Kedungwaru, Subianto mengatakan, launching Posyandu Jiwa Desa Kedungwaru adalah pertama kalinya di Tulungagung.

Menurut Subianto, data yang masuk di Puskesmas Kedungwaru, ada sekitar 27 pasien ODGJ namun data tersebut belum fix, karena petugas masih terus melakukan pencarian.

Dia menjelaskan, untuk alur pelayanan Posyandu Jiwa, dimulai dari pendataan, kemudian timbang badan dan konseling dari nakes untuk kemandirian pasien.

“Ini baru pertama kali dan baru launching hari ini. Alhamdulillah berhasil,” kata Subianto.

Secara umum, tujuan dari Posyandu Jiwa adalah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan, agar masyarakat yang belum bisa mengakses layanan kesehatan bisa dilayani dengan baik.

Selain pemeriksaan fisik ODGJ, dalam kegiatan Posyandu Jiwa juga ada pemberian makanan tambahan (PMT) bagi para pasien.

Subianto berharap, dengan Posyandu Jiwa tidak ada masyarakat ODGJ yang kambuh, dan kondisi pasien tetap bisa stabil.(Dwi)