Pemprov Gorontalo Belajar Penyerapan Pinjaman PEN ke Trenggalek

Berita, Jawa Timur113 Dilihat

 

pilarsumsel.com Trenggalek, Jawa Timur– Menjadi Kabupaten yang tercepat dalam penyerapan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kabupaten Trenggalek mulai dilirik beberapa daerah sebagai tempat rujukan study tiru. Jum’at (21/1/2020) Pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan ke Trenggalek. Rencananya Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali juga akan melakukan hal yang sama.

Memiliki alokasi Pinjaman PEN yang hampir sama dengan Trenggalek, Pemprov Gorontalo mencoba mengadopsi kisah sukses yang dilakukan Trenggalek. Satu tim yang dipimpin Asisten Pembangunan, Drs. Sutan Rusdi, Ak., MM., datang ke Trenggalek dan disambut langsung Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama jajaran terkait.

“Hari ini kita kedatangan tamu dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, dihadiri oleh Asisten Pembangunan bersama tim. Beliau melakukan study banding terkait delivery project pembangunan yang bersumber dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ungkap Bupati Trenggalek usai menerima tamunya di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Jadi beliau sekarang, sambungnya “ingin meninjau rumah sakit. Kita berterima kasih apa yang kita lakukan di Trenggalek ini ternyata menjadi rujukan Pemerintah Provinsi Gorontalo,” lanjutnya.

Jadi saya terima dengan baik, untuk sharing pengalaman semoga di semua kegiatan untuk membantu masyarakat, khusususnya untuk penanganan kesehatan atau rumah sakit di seluruh indonesia.

Minggu depan juga akan hadir dari Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Mereka juga akan melakukan studi banding yang sama terkait masalah PEN. “Jadi mohon doa restu dari semua masyarakat,” tandasnya.

Asisten Pembangunan Sekda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi menambahkan, “seperti yang disampaikan oleh Bapak Bupati tadi, karena kita juga mendapatkan alokasi pinjaman PEN dalam rangka pemulihan ekonomi daerah. Yang jumlahnya sama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, kita ingin melakukan study tiru,” jelas Asisten Pembangunan ini.

Yang ingin kita lihat dari Trenggalek, di sisi kecepatan waktu eksekusi PEN itu sendiri. Karena pinjaman ini punya batas waktu hingga Desember. Dan Trenggalek bisa 6 bulan kontrak dan pembangunan lebih cepat dilakukan. Ini salah satu sebab kita melakukan studi banding ke sini.

Alokasi PEN di Gorontalo sendiri hampir sama dengan Trenggalek. Rp. 150 miliar digunakan untuk rumah sakit. Namun untuk bangunan fisiknya sendiri Rp. 105 miliar, sisanya digunakan untuk pengadaan alat-alat kesehatan.

Satu lagi tambahan kenapa kita memilih Trenggalek, sambung Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Gorontalo itu, “metode yang dipakai oleh Trenggalek. Metode perencanaan yang digabung jadi satu kontraktor (Rancang Bangun) ini yang ingin kita tiru,” tandasnya.

Dalam kunjungannya Asisten Pembangunan Pemprov Gorontalo bersama tim didampingi Bupati Trenggalek dan jajaran, berkesempatan meninjau progres pembangunan ruang isolasi Covid 19 dan Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Soedomo Trenggalek yang tengah dikebut pengerjaannya.

Progres pembangunan ruang isolasi dan IGD di RSUD dr. Soedomo Trenggalek memang tergolong sangat cepat. Saat ini progresnya sudah mencapai pemasangan sekat dinding bangunan.

 

(bud)